|

Kilas informasi (0) :

KINERJA PENYEDIA JASA KONTRUKSI PADA PROSES PEMILIHAN DI KEMENTERIAN PUPR

KINERJA PENYEDIA JASA KONTRUKSI PADA PROSES PEMILIHAN DI KEMENTERIAN PUPR

Oleh : Harry Setyawan, ST, M.Sc (Pejabat Fungsional Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda)

Penyedia sebagai salah satu pelaku pengadaan juga merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam menentukan keberhasilan proses PBJ. Peningkatan pembangunan infrastruktur di Kementerian PUPR tidak terlepas dari peningkatan jumlah penyedia jasa konstruksi yang secara aktif mengikuti Tender/Seleksi pada paket pekerjaan di Kementerian PUPR. Sesuai dengan kewenangan Kementerian PUPR untuk membangun negeri dari Sabang sampai Merauke, maka penyedia jasa konstruksi tersebut juga tersebar secara luas mulai dari Aceh sampai Papua. Untuk membuka kesempatan seluas- luasnya kepada penyedia jasa agar dapat berkontribusi dalam pembangunan, pelelangan pengadaan barang dan jasa saat ini telah berevolusi dengan menggunakan sistem lelang secara elektronik (E-Procurement) melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). 

Penggunaan SPSE, juga dapat mendokumentasikan data penawaran penyedia pada paket pekerjaan pada tahun anggaran tertentu serta daftar paket-paket yang dimenangkan oleh setiap penyedia jasa. Sayangnya, data tersebut tersebut belum digunakan secara empiris untuk kepentingan pembinaan kepada penyedia jasa. Perlu dilakukan suatu analisis data penyedia tersebut agar dapat berguna dan menjadi masukan dalam melakukan pembinaan kepada penyedia jasa dengan menilai baik buruknya kinerja Penyedia Jasa pada proses pemilihan kedalam suatu tabel analisis untuk setiap provinsi di Indonesia. 

Data yang dapat digunakan adalah data paket-paket di Kementerian PUPR yang ditawar dan yang dimenangkan oleh penyedia jasa yang kemudian dilakukan kompilasi yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai sebaran penyedia jasa beserta kualifikasi dan klasifikasinya di setiap Provinsi di Indonesia. Data penyedia di setiap provinsi tersebut kemudian dapat dilakukan penilaian kinerja dengan menggunakan rasio jumlah penawaran dengan jumlah menang paket dari setiap penyedia jasa. Penyedia dengan kinerja tinggi yaitu penyedia jasa dengan rasio kemenangan 100%. Rasio kemenangan 100% artinya jumlah penawaran sama dengan jumlah kemenangan Tender/Seleksi. Hasil perhitungan rasio tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi terhadap strategi dan program kebijakan dalam meningkatkan kinerja penyedia jasa.

Evaluasi terhadap strategi dan program kebijakan diperlukan untuk meningkatkan kinerja penyedia jasa dan juga akhirnya dapat menciptakan tata kelola pengadaan yang kredibel. Memilih penyedia yang berkinerja baik diyakini akan mengurangi risiko pengadaan barang/jasa dan juga dapat mempercepat proses pemilihan penyedia jasa sehingga dapat meningkatkan kinerja UKPBJ dan UPTPBJ secara keseluruhan. 

Berita Terkait :

© Copyright 2017, Biro PBMN dan Layanan Pengadaan, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat All Right Reserverd