|

Kilas informasi (0) :

Langkah Menyusun Kurva S

Langkah Menyusun Kurva S

Oleh: Dasdo Yessa (Jabatan Fungsional Ahli Muda PJK)

 

Dalam mengerjakan proyek konstruksi biasanya penyedia jasa membuat kurva S sebagai bentuk pengendalian proyek. Ketika pengendalian kontrak dilakukan oleh pemilik pekerjaan, maka PPK Bersama-sama dengan Direksi Teknis harus memahami manfaat Kurva S itu sendiri, karena kurva S yang digunakan adalah persentasi penyelesaian pekerjaan (percentage complate) dengan waktu penyelesaian pekerjaan.

 

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi waktu/time schedule (waktu pelaksanaan proyek) merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu proyek. Pekerjaan yang diselesaikan sesuai dengan waktu yang disepakati merupakan harapan dari para pihak yang berkontrak. Dengan adanya jadwal perencanaan akan diperoleh gambaran yang jelas mengenai urutan kegiatan proyek, hubungan ketergantungan antara kegiatan yang satu dengan yang lain, mana saja yang termasuk kegiatan kritis, dan juga kebutuhan sumber daya serta alokasi di setiap kegiatannya.

 

Teknik pengendalian kemajuan proyek yang lazim disebut kurva S selama ini sebenarnya adalah kombinasi antara Kurva S, Bar Chart, dan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept). Konsep Nilai Hasil (EVC) adalah konsep menghitung besarnya nilai yang dikeluarkan menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesiakan atau dilaksanakan (Budget Cost of Works Performed/BCWP). Bila ditinjau dari jumlah pekerjaan yang diselesaikan berarti konsep ini mengukur besarnya unit pekerjaan yang telah diselesaikan pada suatu waktu bila dinilai berdasarkan jumlah anggaran yang disediakan untuk pekerjaan tersebut. Dengan perhitungan ini diketahui hubungan antara apa yang sesungguhnya telah dicapai secara fisik terhadap jumlah  anggaran yang dialokasikan. Melakukan pendekatan kemajuan pekerjaan dengan biaya yang direncanakan.

Persamaan :

                           Nilai Hasil = (%penyelesaian)xBiaya

 

Pada Sebagian besar proyek, pengeluaran sumber daya untuk setiap satuan waktu cenderung dimulai dengan lambat, lalu berkembang ke puncak dan kemudian berkurang secara berangsur-angsur bila telah mendekat ke ujung akhir. Secara terperinci , Langkah-langkah Menyusun Kurva S adalah sebagai berikut :

1. Tetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan;

Terkait waktu pelakanaan Pekerjaan dapat dihitung berdasarkan target waktu penyelesaian pekerjaan atau berdasarkan volume pekerjaan didapatkan waktu kebutuhan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

2. Buat Tabel Uraian Pekerjaan, Durasi Pekerjaan, Biaya, Bobot, dan Waktu

Tabel yang dibuat, secara garis besar :

  • Kolom paling kiri dituliskan item-item pekerjaan;
  • Kolom kedua berisi harga setiap item pekerjaan;
  • Kolom ketiga berisi bobot setiap pekerjaan;
  • Kolom keempat dituliskan durasi setiap item pekerjaan.

3. Tetapkan urutan pelaksanaan kegiatan

Untuk mengurutkan tahapan pelaksanaan kegiatan setiap item pekerjaan, berdasarkan karakteristik pekerjaan dan saling ketergantungan antar pekerjaan.

4. Tetapkan Durasi Tiap Item Pekerjaan

Durasi pekerjaan ditetapkan berdasarkan perkiraan waktu pelaksanaan tiap item pekerjaan dengan mempertimbangkan volume pekerjaan, metode kerja/pelaksanaan sumberdaya yang tersedia, keadaan lingkungan dan cuaca, serta asumsi-asumsi lainnya.

5. Hitung Bobot Pekerjaan

Hitung bobot tiap item pekerjaan terhadap nilai total kontrak, yaitu berdasarkan perhitungan perbandingan antara biaya per item pekerjaan dengan biaya total pekerjaan.

Persamaan :

                  Bobot (%) = (Biaya setiap pekerjaan/Biaya total)x100%

6. Buat diagram Batang

Selanjutnya buat diagram batang, panjangnya sesuai dengan durasi pekerjaan (hari kerja/hari kalender atau minggu/bulan)

7. Tentukan Persentase Kemajuan Pekerjaan

Bila bobot setiap pekerjaan telah dihitung, kemudian dapat ditentukan persentase pekerjaan harian/mingguan/bulanan dengan membagi jumlah bobot berdasarkan durasi waktu yang telah ditetapkan sebagaimana angka 4. Bobot harian/mingguan/bulanan tidak selalu terbagi merata akan tetapi Ketika dijumlahkan nilainya sama dengan nilai bobot per item pekerjaan yang telah dihitung sebelumnya. Plotting persentase tersebut pada diagram batang yang telah dibuat.

8. Jumlahkan secara Vertikal Kemajuan Pekerjaan Per Satuan Waktu

Jumlahkan bobot rencana pelaksanaan fisik setiap satuan waktu harian/mingguan/bulanan secara vertical.

9. Akumulatif secara Horizontal Kemajuan Pekerjaan Per Satuan Waktu

Kumulatif persentasi kemajuan pekerjaan per satuan waktu harian/mingguan/bulan secara horizontal dimana pada akhir jadwal harus 100%. Hubungan antara persentase kumulatif (sumbu x) dengan nilai persentase 0 s.d 100% (sumbu y) ditarik sebuah kurva yang membentuk huruf S. Kurva yang dihasilkan inilah yang disebut dengan kurva S tidak termasuk pajak pertambahan nilai (ppn)

Berita Terkait :

© Copyright 2017, Biro PBMN dan Layanan Pengadaan, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat All Right Reserverd